Pertemuan FKPTPI pada tahun 2007 menghasilkan suatu paradigma baru yakni suatu paradigma pertanian modern yang mempergunakan IPTEK guna mewujudkan pertanian yang berlanjut (sustainable agriculture) dimana penting dilakukam konservasi keanekaragaman hayati, pencegahan dan penanggulangan dampak lingkungan; dan kestabilitasan ekonomi. Sehingga berdasarkan kebijakan badan pangan internasional FAO (Food Agriculture Organization) di bidang pertanian untuk abad 21 yaitu harus meliputi Keamanan Pangan, Ketahanan Pangan dan Kualitas Pangan. Berdasarkan hasil kajian FKPTPI tersebut yang merujuk pada paradigma bidang pertanian modern maka ditindaklanjuti  dengan keputusan Dirjen Dikti dengan keluarnya SK  No. 163/Dikti/Kep/2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi tertanggal 29 November 2007. Surat keputusan tersebut menjadi dasar terbentuknya Program Studi bidang ilmu Pertanian Strata-1 meliputi dua yaitu program studi yakni PS Agroekoteknologi/Agroteknologi dan PS Agribisnis

Tahap penting dari mekanisme di atas adalah pembentukan program studi agroekoteknologi. Sebagai  program studi yang akan mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi yang tertuang dalam SK Dirjen Dikti, maka Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya membentuk tim Pokja Restrukturisasi Pendidikan Pertanian pada tahun 2007 berdasarkan SK Dekan No 068/SK/2007, tertanggal 18 Juni 2007. Tim kelompok Kerja yang dimaksud tersusun dari dua kelompok bidang yaitu bidang agroekoteknologi dan agribisnis. Program studi agroekoteknologi merupakan gabungan dari lima program studi yang sebelumnya yaitu: PS Agronomi, PS Hortikultura, PS Pemuliaan Tanaman, PS Ilmu Tanah/Manajemen Sumberdaya Lahan dan Lingkungan, PS Hama Penyakit Tumbuhan