1.1 Etika Akademik

Masyarakat akademik dicirikan dengan keterikatan pada etika akademik yang berlaku secara universal, seperti kejujuran, kritis, keterbukaan, objektivitas, kemauan untuk belajar dan berkembang, saling menghormati, dan tidak berlaku diskriminatif terhadap suku, agama, ras dan status sosial. Civitas akademika mewujudkan budaya akademik melalui transformasi, kreativitas, pengembangan, dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini didukung oleh:

  1. Pembangunan karakter diri yang bersumber dari olah hati, yaitu beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, tertib, taat aturan, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik;
  1. Pembangunan karakter diri yang bersumber dari pikir, ialah cerdas, kritis, kreatif, inovatif, produktif, berorientasi ipteks, dan reflektif;
  1. Pembangunan karakter diri yang bersumber dari oleh raga/kinestetika, yaitu bersih dan sehat, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih; serta
  1. Pembangunan karakter diri yang bersumber dari olah rasa dan karsa: kemanusiaan, saling menghargai, gotong royong, kebersamaan, ramah, hormat, toleran, nasionalis, peduli, kosmopolit (mendunia), mengutamakan kepentingan umum, cinta tanah air (patriotis), bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, loyal dan beretos kerja.

Seluruh komponen sivitas akademika wajib memahami dengan benar dan merasa terikat dengan etika akademik dan dituntut untuk melaksanakan dalam keseharian. Keterikatan terhadap etika akademik tercermin pada setiap aspek kegiatan akademik, seperti perkuliahan, praktikum, penelitian, penulisan ilmiah dan publikasi serta penggunaan gelar akademis.

Tindakan pelanggaran terhadap etika akademik merupakan pelanggaran yang serius dan akan mendapatkan sanksi akademik. Aktivitas yang termasuk dalam kategori pelanggaran akademik adalah (1) penyontekan/kecurangan dan atau bekerjasama dalam ujian/cheating; (2) plagiasi (dalam penulisan ilmiah); (3) perjokian; (4) pemalsuan (dokumen negara yang legal); (5) penyuapan dan (6) tindakan diskriminatif.

Penyontekan/Kecurangan/dan bekerjasama dalam ujian (cheating)

Penyontekan yaitu kegiatan sadar (sengaja) atau tidak sengaja yang dilakukan oleh peserta ujian yang mencakup (1) menyalin hasil kerja milik peserta ujian lain; dan (2) menggunakan atau mencoba menggunakan bahan-bahan, informasi atau alat bantu studi lainnya yang tidak diijinkan dalam ujian atau tanpa ijin dari dosen yang berkepentingan.

Plagiat

Bentuk tindakan plagiat antara lain mengambil gagasan/ide/pendapat/hasil temuan orang lain baik sebagian atau keseluruhan tanpa seijin atau tanpa menyebutkan sumber acuannya secara jujur. Hal ini juga terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.

Perjokian

Tindakan yang dilakukan dengan sengaja atau tidak, menggantikan kedudukan atau melakukan tugas atau kegiatan untuk kepentingan orang lain, atas permintaan orang lain atau kehendak sendiri dalam kegiatan akademik.

Pemalsuan

Bentuk tindakan pemalsuan, mengganti, meniru atau mengubah (antara lain, tanda tangan, stempel, nomor surat) dalam dokumen legal dengan sengaja tanpa ijin yang berwenang.

1.2 Sanksi Akademik

Sanksi akademik dikenakan kepada mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana yang melakukan pelanggaran ketentuan akademik:

  • Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran kurang dari 80% dari total tatap muka (14 kali), tidak diperbolehkan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) karena kealpaan (tanpa ijin) mahasiswa yang bersangkutan. Kecuali dalam hal-hal yang dibenarkan dan kejadian luar biasa lainnya, seperti adanya pandemi penyebaran penyakit maka diatur dalam kebijakan tersendiri sebagai bentuk penyesuaian pelaksanaan akademik.
  • Mahasiswa yang melakukan kecurangan administrasi (memalsukan dokumen, data dan tanda tangan) maupun kecurangan akademik dalam ujian, dikenakan sanksi berupa pembatalan seluruh mata kuliah/rencana studi pada semester tersebut.
  • Mahasiswa yang mengerjakan ujian (baik UTS maupun UAS) mahasiswa lain dan/atau mahasiswa yang ujiannya dikerjakan orang lain akan dikenai sanksi pembatalan ujian dan semua mata kuliah dalam semester tersebut.
  • Mahasiswa yang melakukan perubahan KRS secara tidak sah akan dikenai sanksi pembatalan KRS untuk semua mata kuliah dalam semester yang bersangkutan.
  • Mahasiswa yang melakukan tindakan kekerasan, keonaran dan perkelahian, maupun tindakan kriminal lainnya, dikenakan sanksi berupa pembatalan seluruh mata kuliah yang diambil pada semester tersebut, dan sanksi lain sesuai peraturan perundangan negara yang berlaku.
  • Mahasiswa yang melakukan perubahan nilai secara tidak sah akan dikenai sanksi skorsing minimal 2 (dua) semester yang tidak diperhitungkan sebagai cuti akademik/terminal.
  • Mahasiswa yang diketahui melakukan plagiarism dalam pembuatan Tugas Akhir, maka Tugas Akhir dan nilai ujian Tugas Akhirnya dibatalkan.
  • Mahasiswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut apabila disertai ancaman kekerasan atau upaya penyuapan dan atau janji serta tipu muslihat akan dikenai sanksi dikeluarkan sebagai mahasiswa dari Universitas Brawijaya.

 

1.3 Tata Tertib Kegiatan Akademik

Bagi semua mahasiswa FP-UB, diwajibkan mematuhi tata tertib dan etika kegiatan akademik di kampus:

  • Harus memakai baju sopan dan rapi, tidak boleh memakai baju berbahan kaos model apapun;
  • Tidak diperbolehkan memakai sandal atau sepatu sandal untuk segala kegiatan akademis di kampus;
  • Pada saat ujian menempati ruang yang telah ditentukan dan duduk berdasarkan nomor urut yang ditetapkan berdasarkan presensi.
  • Pada saat kegiatan akademik berlangsung (perkuliahan, ujian, praktikum, seminar), bagi mahasiswa yang membawa HP diwajibkan untuk dimatikan;
  • Ketidakhadiran mengikuti ujian akibat kesalahan dalam melihat jadwal ujian adalah kealpaan dari mahasiswa, dan tidak diperkenankan mengikuti ujian maupun ujian susulan;
  • Mahasiswa harus selalu membawa Kartu Tanda Mahasiswa dan atu membawa kartu identitas diri lainnya; dan
  • Bagi mahasiswa yang terlambat (minimal) 15 menit saat berlangsungnya ujian dengan alasan apapun tidak diperkenankan tidak diperkenankan mengikuti ujian.

1.4 Civitas Academica

Civitas academica merupakan komunitas yang memiliki tradisi ilmiah dengan mengembangkan budaya akademik. Budaya akademik merupakan seluruh sistem nilai, gagasan, norma, tindakan, dan karya yang bersumber dari IPTEK sesuai dengan asas pendidikan tinggi. Pengembangan budaya akademik dilakukan dengan interaksi sosial tanpa membedakan suku, agama, ras, antar golongan, jenis kelamin, kedudukan sosial, tingkat kemampuan ekonomi, dan aliran politik. Interaksi sosial dilakukan dalam pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, penguasaan dan/atau pengembangan IPTEK serta pengembangan institusi sebagai lembaga ilmiah. Civitas academica berkewajiban memelihara dan mengembangkan budaya akademik dengan memperlakukan IPTEK sebagai proses dan produk serta sebagai amal dan paradigma moral.

Dosen sebagai anggota civitas academica memiliki tugas mentransformasikan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang dikuasainya kepada mahasiswa dengan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran sehingga mahasiswa aktif mengembangkan potensinya melalui Kurikulum Perguruan Tinggi dengan learning outcome mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi kekinian melalui penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya. Dosen secara perseorangan atau berkelompok wajib menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh UB atau Perguruan Tinggi/ penerbit lain dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk pengembangan budaya akademik serta pembudayaan kegiatan baca tulis bagi civitas academica.

Mahasiswa sebagai anggota civitas academica diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri dan untuk menjadi intelektual, ilmuwan, praktisi, dan/atau profesional. Mahasiswa secara aktif mengembangkan potensinya dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, dan/atau penguasaan, pengembangan, dan pengamalan suatu cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi untuk menjadi ilmuwan, intelektual, praktisi, dan/atau profesional yang berbudaya.

Mahasiswa memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik. Mahasiswa berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kemampuannya. Mahasiswa dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak melebihi ketentuan batas waktu yang ditetapkan oleh Fakultas maupun UB. Mahasiswa berkewajiban menjaga etika dan mentaati norma pendidikan tinggi untuk menjamin terlaksananya tridharma dan pengembangan budaya akademik. Mahasiswa mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dirinya melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses pendidikan. Kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan melalui organisasi kemahasiswaan. Ketentuan lain mengenai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler diatur dalam statuta UB.

2.1 Pendahuluan

Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya adalah suatu Lembaga Pendidikan Tinggi, yang menyelenggarakan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pertanian. Maka dalam pelaksanaannya harus memperhatikan tiga faktor yaitu:

  • Faktor mahasiswa sebagai peserta didik, yang secara kodrati memiliki perbedaan-perbedaan individual, baik potensi, bakat, minat maupun kemampuan akademik;
  • Faktor tuntutan kebutuhan masyarakat (stakeholder) akan tenaga ahli yang berkompeten di bidang pertanian yang semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas; dan
  • Faktor perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dalam menghadapi era global.

Didasari faktor faktor tersebut, maka sistem pendidikan yang tepat adalah suatu sistem yang secara efektif dan efisien, melalui sistem ini diharapkan:

  • Terciptanya tenaga ahli di bidang pertanian yang terampil dan berbudi luhur dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya,
  • Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk menyelesaikan studinya dalam waktu sesingkat-singkatnya tanpa mengurangi mutu pendidikan,
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pendidikan dengan sarana-sarana yang ada,
  • Mempermudah penyesuaian kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini,
  • Meningkatkan dan memperbaiki sistem evaluasi terhadap kecakapan dan kemajuan belajar mahasiswa dengan sistem lebih terbuka, dan
  • Memungkinkan pengalihan (transfer) kredit dan pertukaran mahasiswa antar jurusan, fakultas (lintas fakultas) bahkan antar perguruan tinggi yang telah memiliki kerjasama.

Fakultas Pertanian secara bertahap telah mengalami perubahan, baik yang sifatnya menyeluruh maupun spesifik pada kurikulum. Sejak didirikan sampai dengan tahun 1974 FP-UB mengikuti sistem pendidikan yang didasarkan pada periode tahunan, yakni diterapkan sistem semester dengan lama studi 5 (lima) tahun. Pada tahun 1978 mulai diterapkan sistem baru yaitu Sistem Pendidikan Sarjana Pertanian 144 Kredit (SPSP 144 K). Pada mulanya sistem kredit ini merupakan paket, namun sejak tahun 1980/1981 disempurnakan lagi menjadi sistem S-1 (Strata 1) dengan sistem kredit individual. Dalam perkembangannya, proses belajar mengajar kini berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diatur dalam Perpres No. 8 Tahun 2012, dan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi, yang kemudian direvisi menjadi Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi.

2.2 Sistem Kredit Semester

2.2.1 Sistem Kredit

Sistem kredit adalah suatu sistem penghargaan terhadap beban studi mahasiswa, beban kerja dosen dan beban penyelenggaraan program pendidikan yang dinyatakan dalam kredit.

Berdasarkan Permendikbud No 3 Tahun 2020 disebutkan bahwa satuan kredit semester adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu Program Studi.

Ciri-ciri satuan kredit ialah:

  1. alam kredit diambil, setiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan nilai kredit;
  2. Banyaknya nilai kredit untuk mata kuliah yang berlainan tidak perlu sama; dan
  1. Banyaknya nilai kredit untuk masing-masing mata kuliah ditentukan atas dasar besarnya usaha untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dinyatakan dalam kegiatan perkuliahan, praktikum, kerja lapangan atau tugas-tugas lain.

Sistem kredit mempunyai dua tujuan yang sangat penting yaitu:

  1. Tujuan Umum

Agar Perguruan Tinggi dalam hal ini Fakultas Pertanian UB dapat lebih memenuhi tuntutan maka perlu disajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel. Dengan cara tersebut akan memberi kemungkinan lebih luas kepada setiap mahasiswa untuk menentukan dan mengatur strategi proses belajar sesuai dengan kurikulum yang diikutinya agar diperoleh hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan rencana studi dan kondisi masing-masing peserta didik.

  1. Tujuan Khusus
  • Memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  • Memberi kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
  • Memberi kemungkinan agar sistem pendidikan dengan input dan output yang majemuk dapat dilaksanakan.
  • Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini.
  • Memberi kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  • Memberi kemungkinan pengalihan (transfer) kredit antar Program Studi atau antar Fakultas dalam suatu Perguruan Tinggi atau antar Perguruan Tinggi.
  • Memungkinkan perpindahan mahasiswa dari Perguruan Tinggi satu ke Perguruan Tinggi lain atau dari suatu Program Studi ke Program Studi lain dalam suatu Perguruan Tinggi tertentu.
  • Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa dalam suatu semester serta besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa, serta besarnya usaha untuk penyelenggaraan program pendidikan di Perguruan Tinggi khususnya bagi dosen.
  • Setiap mata kuliah atau kegiatan akademik lainnya, disajikan pada setiap semester dengan ditetapkan harga satuan kredit semesternya yang menyatakan bobot kegiatan dalam mata kuliah tersebut.

Sistem Kredit Semester (SKS)

  1. Sistem semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang menggunakan satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu kegiatan pendidikan dalam suatu jenjang/program pendidikan tertentu.
  2. Semester adalah satuan waktu terkecil untuk menyatakan lamanya suatu kegiatan pendidikan dalam suatu jenjang/program pendidikan tertentu. Satu semester setara dengan 16 minggu kerja dalam arti minggu perkuliahan efektif termasuk ujian akhir, atau sebanyak-banyaknya 19 minggu kerja termasuk waktu evaluasi ulang.
  3. Satu Semester Antara setara dengan 16 pertemuan perkuliahan efektif termasuk ujian akhir.
  4. Penyelenggaraan pendidikan dalam satu semester terdiri dari kegiatan-perkuliahan, seminar, praktikum, kerja lapangan, dalam bentuk tatap muka, serta kegiatan akademik terstruktur dan mandiri, atau kegiatan Merdeka Belajar.
  5. Dalam setiap semester disajikan sejumlah mata kuliah dan setiap mata kuliah mempunyai bobot yang dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks), sesuai dengan yang ditetapkan dalam kurikulum masing-masing program studi.

2.2.3 Penempuhan SKS

Penempuhan proses pembelajaran SKS dalam program studi dilaksanakan di dalam dan/atau luar Perguruan Tinggi (PT) sesuai masa dan beban/kegiatan belajar mahasiswa.

 

2.3. Nilai Kredit dan Beban Studi

2.3.1 Nilai Kredit Semester untuk Perkuliahan, Tutorial dan Responsi

Bentuk Pembelajaran 1 (satu) Satuan Kredit Semester pada proses Pembelajaran berupa kuliah, responsi, atau tutorial, terdiri atas:

  1. Kegiatan proses belajar tatap muka 50 (lima puluh) menit per minggu per semester;
  2. Kegiatan penugasan terstruktur 60 (enam puluh) menit per minggu per semester; dan
  3. Kegiatan mandiri 60 (enam puluh) menit per minggu per semester.

 

2.3.2 Nilai Kredit Semester untuk Seminar atau Bentuk Lain yang Sejenis

Bentuk Pembelajaran 1 (satu) Satuan Kredit Semester pada proses Pembelajaran berupa seminar atau bentuk lain yang sejenis, terdiri atas:

  1. Kegiatan proses belajar 100 (seratus) menit per minggu per semester; dan
  2. Kegiatan mandiri 70 (tujuh puluh) menit per minggu per semester.

 

2.3.3 Nilai Kredit Semester untuk Praktikum, Studi Lapangan, Magang Kerja, Penelitian dan Sejenisnya

  1. Nilai satuan kredit semester untuk praktikum/keterampilan di laboratorium/studio di dalam kampus: satu kredit semester adalah beban tugas di laboratorium/bengkel/studio setara 170 menit per minggu selama satu semester.
  2. Nilai satuan kredit semester untuk Studi Lapangan/field trip: satu kredit semester adalah beban tugas di lapangan setara 170 menit per minggu selama satu semester.
  3. Nilai satuan kredit semester untuk Magang/Kewirausahaan/Penelitian Mandiri/ Asistensi Mengajar/ Proyek Independen/Pengabdian Kepada Masyarakat/Proyek Kemanusiaan: satu kredit semester adalah beban tugas di lapangan setara 170 menit per minggu selama satu semester.

 

2.4. Beban Studi dalam Semester

Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu, yaitu 6-8 jam selama lima hari berturut-turut. Namun demikian, seorang mahasiswa dianggap mampu untuk bekerja rata-rata siang hari 6-8 jam dan malam hari dua jam selama lima hari berturut-turut, maka seorang mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar sebanyak 8-10 jam sehari semalam atau 40-50 jam seminggu. Oleh karena itu, satu satuan kredit semester setara dengan 170 menit kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 14-18 sks.

Dalam menentukan beban studi satu semester, perlu diperhatikan kemampuan individu berdasarkan hasil studi seorang mahasiswa pada semester sebelumnya yang diukur dengan parameter indeks prestasi. Selanjutnya mengacu pada SN Dikti yang diimplementasikan pada buku Pedoman Pendidikan Universitas Brawijaya maka maksimum kredit yang dapat ditempuh oleh mahasiswa adalah 24 sks.

Besarnya indeks prestasi (IP) dapat dihitung sebagai berikut:

Di mana:

IP          : adalah Indeks Prestasi, yang dapat berupa indeks prestasi semester atau indeks prestasi kumulatif (IPK).

K           : adalah jumlah sks masing-masing mata kuliah.

NA       : adalah nilai akhir masing-masing mata kuliah.

n            : adalah banyaknya mata kuliah yang diambil.

Besarnya beban studi pada semester pertama ditentukan sama untuk setiap mahasiswa, kemudian dengan IP yang dicapai pada semester tersebut digunakan untuk menghitung beban studi pada semester berikutnya dengan berpedoman pada Tabel dibawah:

Indeks Prestasi (IP)
Beban studi (sks)
≥ 3,00
22 – 24
2,50 – 2,99
19 –21
2,00 – 2,49
16 – 18
1,50 – 1,99
12 – 15
<1,50
< 12
Convey times
Meningkatkan CPC
Spotify bin
Adsense
Increase Adsense CPC
Cyber Whatsapp
cyberwhatsapp
Badut31
cara meningkatkan cpc adsense blog indonesia